Ruang Dingin yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya masuk seorang diri dan di sambut oleh beberapa dokter yang tidak saya kenal kecuali dokter kandungan yang setiap bulan saya temui, itu adalah ruang Operasi Caesar ruang yang paling saya takuti sebelumnya namun saya harus memasukinya untuk bertemu buah hati kami.
Hanya lantunan doa yang menemani di ruangan itu. Tidak butuh waktu lama setelah bius itu di berikan ada tangisan yang terdengar, tangisan yang paling saya tunggu 9 bulan ini. Seorang anak laki laki yang terlahir membuat rasa ketakutan saya hilang begitu saja. Air mata pun tidak dapat saya tahan ketika mendengar tangisan itu untuk pertamakalinya dan itu adalah hal yang paling indah dan tidak akan saya lupakan.
Sesuatu yang saya bayangkan adalah dapat melahirkan secara normal di dampingi oleh suami namun Allah berkehendak lain dan setiap anak bisa memilih bagaimana dia di lahirkan di dunia bagaimana rencana Allah untuk mempertemukan kami. Mungkin sebagian orang berfikir dengan melahirkan secara Caesar tidak secara normal kita belum bisa menjadi ibu seutuhnya namun semua itu salah. Normal ataupun caesar kami sama sama berjuang untuk melahirkan buah hati yang 9 bulan lebih ada dalam kandungan.
Saya memang tidak merasakan sakit sama sekali sebelum melahirkan namun setelah oprasi caesar rasa sakit itu mulai terasa dan semua rasa sakit dapat terobati ketika untuk pertama kalinya saya bertemu dengan nya seorang anak laki laki yang sangat mirip dengan ayahnya untuk kesekian kalinya kami tidak berhenti bersyukur atas anugrah terindah yang Allah berikan kepada kami di Aniversary 1 tahun pernikahan kami yaitu kehadiran buah hati di tengah keluarga kami.
0 komentar:
Posting Komentar