Ruang Bersalin


Minggu 13 Desember 2020, setiap ibu pasti mengalami tanda tanda akan melahirkan begitupun saya hari minggu itu tepat jam 10 siang keluar gumpalan lendir kemudian kami langsung ke klinik untuk menjalankan rapid tes covid 19 sejarah baru untuk proses kelahiran anak kami yaitu dia lahir ketika ada wabah virus covid 19 dimana kami harus mengikuti banyak sekali prosedur yang cukup panjang bagi kami.

Hasil Rapid pun keluar dan Alhamdulillah saya non Reaktif yang berarti saya negatif penyakit tersebut. Senin 14 Desember 2020 keluar lagi lendir bening dan seperti susu kami bergegas ke bidan untuk memeriksakan kehamilan saya dan akhirnya di rujuk ke Rumah sakit, setibanya di RS ternyata kami harus pulang lagi karna tidak ada pembukaan sama sekali mungkin itu hanya lendir biasa kata perawat yang ada di sana. 

Selasa 15 Desember 2020 tidak terjadi tanda apapun dan saya berfikir mungkin memang itu biasa yang di alami ibu ibu di usia kehamilan tua, saya pun sedikit tenang karna memang tidak merasakan apapun.

Rabu 16 Desember 2020 keluar air yang lumayan banyak dan ketika kami memeriksakan ternyata itu air ketuban namun kami tidak langsung menuju RS. Karna belum pembukaan dan kontraksi sama sekali dan akhirnya kami harus menunggu 2x6 jam untuk melihat apa ada kemungkinan saya akan melahirkan dengan normal dan tepat pukul 16.00 saya pun di rujuk ke Rumah Sakit di sana kami juga harus menunggu 2x6 jam untuk observasi. 

Perasaan cemas itu pun muncul karena saya tidak merasakan tanda tanda seperti orang yang akan melahirkan hanya ketuban saja yang keluar secara terus menerus tidak ada kontraksi ataupun pembukaan sama sekali, kami hanya cemas bagaimana bila ketuban itu habis dan banyak hal lain yang membuat kami cemas.

Menuju ruang bersalin tepat jam 20.00 disana banyak ibu ibu yang menunggu kelahiran anak mereka seperti kami. Ruang yang sangat dingin dan sedikit membuat saya takut. Saya masih berharap bisa segera merasakan kontraksi dan bisa melahirkan secara normal. Melihat ibu ibu di sebelah kanan dan kiri dari malam hingga pagi mereka merasakan kontraksi membuat saya ikut menangis bagaimana perjuangan mereka untuk melahirkan secara normal bagaimana sakit nya dan bahagia nya ketika anak mereka terlahir ke dunia.Hal yang saya tunggu tunggu merasakan bagaimana perjuangan seorang ibu melahirkan  secara normal belum bisa saya rasakan karna hingga 2x6 jam tetap tidak ada tanda tanda sama sekali. 

Kamis 17 Desember 2020.
Tepat pukul 04.30 saya di sarankan untuk puasa karna saya harus melahirkan secara caesar tepat pukul 09.00 nanti. Perasaan takut yang begitu dalam saya rasakan untuk pertama kali saya harus melakukan Oprasi hal di luar perkiraan saya selama ini karena saya yakin akan melahirkan secara normal. 

Namun Allah memiliki rencana tersendiri bagaimana saya akan melahirkan buah hati yang di titipkan nya kepada kami. bagaimana pun itu kami sangat bersyukur dengan apa yang Allah tentukan adalah yang terbaik buat kami dan saya bersyukur memiliki suami yang sangat siaga dalam proses kelahiran anak kami, suami yang membuat rasa takut itu menjadi keberanian tersendiri untuk saya yang membuat saya yakin semua akan baik baik saja hingga kami bisa bertemu buah hati kami. 

0 komentar:

Posting Komentar